ligue-1-france-fb (1)
ligue-1-france-fb (1)

Pemain Marseille Positif Corona, Laga Pembuka Ligue 1 2020/2021 Ditunda

Diposting pada

Laga Pembuka Ligue 1 2020/2021 Ditunda – Pertandingan Olympique Marseille kontra Saint Etienne terpaksa ditunda akibat empat pemain positif COVID-19.

Marseille dijadwalkan menjamu Saint-Etienne pada Jumat (21/8) sebagai laga pembuka pekan pertama Ligue 1 2020/21. Sebelumnya musim 2019/20 telah berakhir lebih awal pada bulan April karena pandemi COVID-19, dengan Paris St-Germain dianugerahi gelar juara setelah unggul 12 poin di puncak klasemen.

Setelah ditunda, pertandingan Marseille vs Saint-Etienne diperkirakan berlangsung pada 16 atau 17 September. Tanggal resmi akan diumumkan setelah ada perjanjian dengan penyiar pertandingan.

Pekan lalu Official Liga Perancis mengatakan kepada klub-klub bahwa protokol penundaan laga untuk menangani penyebaran virus corona akan diterapkan apabila terdapat lebih dari tiga kasus positif di sebuah klub.

Laga Pembuka Ligue 1 2020/2021 Ditunda
Ligue1 (Twitter)

Laga Pembuka Ligue 1 2020/2021 Ditunda

Menyusul penundaan laga tersebut, dan sesuai kesepakatan dengan klub dan penyiar (Broadcaster), pertandingan Ligue 1 pekan pertama antara FC Girondins de Bordeaux vs FC Nantes yang awalnya dijadwalkan pada Sabtu 22 Agustus 2020 pukul 17:00, telah dimajukan dan akan dimainkan pada pukul 19:00 pada hari Jumat 21 Agustus 2020.

Seperti yang diberitakan oleh BBC, menjelang laga persahabatan kontra Vfb Stuttgart pada Kamis 13 Agustus lalu, salah satu pemain Olympique Marseille yaitu Jordan Amavi terbukti positif COVID-19.

Hal ini membuat official pertandingan segera membatalkan laga persahabatan tersebut. Tiga hari berselang kasus positif COVID-19 di kubu Marseille bertambah tiga kasus.

Pihak klub pun merilis pernyataan resmi bahwa Olympique Marseille mendeteksi adanya tiga kasus suspek COVID-19. Jika ketiga kasus tersebut ternyata dikonfirmasi positif, maka akan membuat adanya 4 kasus baru dalam 4 hari terakhir.

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, juga mengakui bahwa angka infeksi terjadi “dengan cara yang salah” di negara berpenduduk 67 juta jiwa tersebut.

Gambar Gravatar
Fino Alla Fine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *