Paolo-Di-Canio-1
Paolo-Di-Canio-1

6 Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Diposting pada

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas – Entah mereka salah jaman atau memang persaingan begitu ketat, lima pesepakbola berikut ini tidak memiliki caps di Timnas.

Di panggil ke Tim nasional merupakan impian dari setiap pesepakbola profesional. Akan sangat membanggakan apabila membela panji negara di kompetisi besar.

Baca: Begini Detail Kontrak James Rodriguez di Everton 2020

Sayangnya nama besar terkadang tidak membuat seorang pemain bisa masuk ke susunan pemain Timnas dengan mudah. Dilansir dari Planetfootball, berikut ini adalah 6 Pesepakbola Top yang Tudak Pernah Di Panggil Timnas.

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Mikel Arteta

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Kehebatannya sebagai gelandang tidak perlu diragukan lagi. Terutama ketika Ia pensiun dan dipilih sebagai asisten Pep Guardiola lalu menjadi manajer Arsenal pada 2019. Hal itu cukup membuktikan bahwa Arteta memang pemain jenius.

Sayangnya ia tumbuh di era yang sama ketika Xavi dan Iniesta sedang di puncak kejayaan, sehingga tidak pernah dilirik oleh pelatih tim matador.

Paolo Di Canio

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Mungkin ada dua hal yang membuat Di Canio menjadi prospek di Timnas Italia. Pertama, kekayaan talenta serang Italia yang tersedia pada saat itu. Kedua, perilakunya yang terkadang agresif ‘dalam arti negatif’ di lapangan dan pernah melakukan tindakan kontroversial dengan menunjukan simbol tangan fasis saat berselebrasi. Namun, kita tidak dapat meragukan bakat luar biasa sang penyerang.

Carlo Cudicini

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Ia merupakan salah satu dari beberapa penjaga gawang Italia yang cukup disayangkan harus bersaing dengan Gianluigi Buffon di level internasional. Cudicini dianggap sebagai salah satu stopper terbaik di Premier League saat membela Chelsea di awal 2000-an.

Dia pernah dipanggil ke dalam skuad Italia sebelum pertandingan persahabatan tahun 2002 melawan Turki, tetapi tidak di ikutsertakan pada hari pertandingan oleh pelatih Italia saat itu, Giovanni Trapattoni.

Stefan Klos

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Seperti halnya Italia, Jerman juga terkenal dengan kekayaan bakat di posisi penjaga gawang, dan Stefan Klos adalah salah satu pemain yang mungkin merugi akibat “anugerah” ini.

Klos menghabiskan delapan tahun di Borussia Dortmund dan Rangers, Ia memenangkan 13 trofi utama, termasuk Liga Champions tahun 1997, tetapi ia harus puas dengan hanya dua caps Jerman U-23 karena kehadiran Oliver Kahn dan Andreas Kopke.

Dario Hubner

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Ayah Hubner adalah orang Jerman, tetapi sang striker selalu ingin mewakili Italia, di mana Ia lahir dan besar di negara tersebut. Meski telah mencetak lebih dari 250 gol di liga, performa dan sikapnya yang terkadang tidak konsisten, ditambah persaingan dari pemain seperti Alessandro Del Piero, Francesco Totti dan Christian Vieri, membuat Hubner tidak pernah mendapat kesempatan untuk membela Gli Azzurri.

Mario De Castro

Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Nama ini mungkin masih asing di telinga kalian, namun Ia merupakan penyerang top di Brasil. De Castro hanya bermain sepak bola profesional selama lima tahun tepatnya dari 1926 sampai 1931.

Ia mencetak 195 gol dalam 100 penampilan untuk Atletico Mineiro. Sang striker pernah dipanggil ke Timnas Brasil tetapi menolak kesempatan itu karena ia tahu akan menjadi cadangan Carvalho Leite dari Botafogo.

De Castro pensiun pada tahun 1931 di usia 26 tahun setelah memenangkan Campeonato Mineiro di mana Ia mencetak empat gol di babak kedua melawan Villa Nova dan melakukan comeback yang menakjubkan dari ketertinggalan 3-0, tetapi seorang suporter lawan terbunuh setelah ditembak oleh direktur Atletico Mineiro, hal inilah yang mendorong sang pemain untuk pensiun.

Itulah artikel Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas!

Gambar Gravatar
Fino Alla Fine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *