Ali-Daei
Ali-Daei

Perjalanan 109 gol Ali Daei, Pencetak Gol Internasional Terbanyak di Dunia

Diposting pada

Perjalanan 109 gol Ali Daei – Sebelum rekor gol internasionalnya benar-benar disalip oleh CR7, mari kita lihat ke belakang catatan penting Ali Daei selama karier profesionalnya.

Karier klub Daei kelihatannya memang kurang gemilang. Faktanya, Ia hanya menghasilkan 134 gol di klub. Penyerang jangkung itu melejit ke kancah internasional saat mengoleksi tujuh gol untuk negaranya pada tahun 1993 saat masih membela Bank Tejarat FC.

Seperti dilansir dari Forfourtwo, kebijakan wajib militer di Angkatan Udara Iran membatasi Daei untuk memperkuat Timnas Iran selama dua tahun berikutnya (1994-1995), sekaligus membuatnya batal bermain di J.League bersama Jubilo Iwata.

Baca: 6 Pesepakbola Top yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Karena ingin kembali ke tim nasional, Daei diberitahu bahwa dia harus bergabung dengan raksasa Iran Persepolis jika ingin dipanggil lagi, meskipun keluarganya adalah pendukung setia Esteghlal, rival berat Persepolis.

Perjalanan 109 gol Ali Daei

Pemain berjuluk ‘Mr Goal’ ini menandatangani kontrak dengan Persepolis dan kembali ke skuad Iran pada tahun 1996, lalu mencetak 22 gol internasional di tahun tersebut. Catatan itu membuatnya menjadi striker tersubur Iran sepanjang masa. Sebelumnya ada nama Gholam Hossein Mazloumi yang memegang rekor dengan raihan 19 gol.

Daei mengantongi empat gol dalam pertandingan melawan Nepal dan lima melawan Sri Lanka di kualifikasi Piala Asia, tetapi penampilan terbaiknya justru datang saat turnamen itu berjalan, di mana ia mencetak empat gol hanya dalam 23 menit saat melawan Korea Selatan.

Setelah sempat membela Al-Sadd di Qatar, Daei pindah ke klub Bundesliga Arminia Bielefeld pada tahun 1997 bersama rekan setimnya di Iran, Karim Bagheri. Duo ini baru saja bermain saat mengalahkan Maladewa dengan skor 17-0 di kualifikasi Piala Dunia, Bagheri mencetak tujuh gol sedangkan Daei mencetak dua gol.

Perjalanan 109 gol Ali Daei

Secara teknik Daei memang bukan pemain yang luar biasa, tapi dia cukup baik untuk duel udara dan seorang predator ulung di kotak penalti. Daei pernah berselisih dengan pelatih Iran, Mohammad Mayeli Kohan dan dikeluarkan dari skuad selama beberapa saat, imbasnya Mayeli Kohan segera dipecat.

Hal itu tidak mengakhiri perselisihan yang justru berlanjut selama hampir dua dekade. Mayeli Kohan dipenjara pada tahun 2014, setelah Daei berhasil menggugatnya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Tepat sebelum turnamen Piala Dunia Perancis ‘98, Daei memastikan pindah ke Bayern Muenchen, tetapi Ia kesulitan untuk mendapatkan waktu bermain reguler di musim debutnya. Daei menjadi pilihan ketiga setelah Giovane Elber dan Carsten Jancker, Ia pun hanya mencetak enam gol di Bundesliga.        

Namun striker yang identik dengan kumisnya itu membantu Iran lolos ke Piala Dunia pertama mereka dalam 20 tahun. Meskipun dia tidak mencetak gol di Piala Dunia 1998, Daei memberikan asis penting untuk gol Mehdi Mahdavikia dalam kemenangan ikonik Iran atas Amerika Serikat.

Selama membela Die Roten, Daei menjadi orang Asia pertama yang bermain di Liga Champions, tetapi Ia tetap menjadi penghangat bangku cadangan saat Bayern menghadapi Manchester United di final yang digelar di Camp Nou tahun 1999, yang berakhir dengan kemenangan Setan Merah.

Penampilan apik Daei kala membela Iran di Asian Games saat pertengahan musim tidak membantu kariernya bersama Bayern. Namun setidaknya, Ia mencetak sembilan gol internasional lagi selama turnamen tersebut, dan Iran pun memenangkan medali emas.

Selesai bersama Bayern, Daei bergabung dengan Hertha Berlin, di mana Ia mengantongi dua gol dalam kemenangan atas Chelsea di Liga Champions, dan mencetak gol di San Siro melawan Milan.

Daei juga mencetak empat gol saat Iran mengalahkan Guam 19-0 pada tanggal 24 November 2000 di ajang kualifikasi Piala Dunia. Tapi kali ini, Iran gagal lolos ke Piala Dunia 2002 setelah kalah dari Irlandia dalam babak play-off.

Daei berusia 34 tahun saat ia menyamai rekor internasional Ferenc Puskas (pencetak gol Internasional terbanyak sebelumnya) pada tahun 2003 dengan raihan 84 gol. Ia juga kembali membela Persepolis di Iran setelah sempat berkarier dengan klub UEA, Al Shabab. Saat bermain di ajang kualifikasi Piala Dunia melawan Laos tahun 2004, Daei mencetak empat gol dan menjadi pemain pertama yang mencetak 100 gol di level internasional.

Gol terakhir atau ke 109-nya untuk Iran justru terjadi tiga bulan sebelum dimulainya Piala Dunia 2006, dalam pertandingan persahabatan melawan Costa Rica. Pada usia 37 tahun, dia sudah tidak bisa mencetak gol di ajang Piala Dunia.

Ia dicadangkan saat pertandingan kedua fase grup melawan Portugal saat penalti Cristiano Ronaldo memastikan tersingkirnya Timnas Iran dari pesta sepakbola akbar ini.

Piala Dunia Jerman 2006 pun menjadi akhir dari karir internasional seorang Ali Daei. Pada tahun 2007, Ali Daei resmi gantung sepatu sebagai pemain sepakbola profesional dan fokus meniti karier sebagai pelatih.

Itulah artikel Perjalanan 109 gol Ali Daei!

Gambar Gravatar
Fino Alla Fine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *