5 Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas

5 Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas

Diposting pada

5 Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas – Terkadang tahun-tahun pertama di klub baru belum bisa membuat pemain memunculkan performa terbaiknya.

Pemain baru yang gagal atau flop merupakan hal yang lumrah di dunia sepakbola. Sayangnya tidak banyak yang menyadari penyebab dari menurunya performa si pemain baru tersebut.

Orang-orang terlanjur mencibir dan menginginkannya pergi. Namun pemain-pemain berikut ini berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai pemain bintang berawal dari label “pembelian flop”. Siapa saja mereka? Dilansir dari Squawka, berikut Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas!

Baca: Perjalanan 109 gol Ali Daei, Pencetak Gol Internasional Terbanyak di Dunia

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas

Dennis Berkgamp

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas
Foto: Sportskeeda

Seorang ‘penyihir’ di lapangan sekelas Berkgamp juga pernah mengalami masa yang sulit di Inter Milan, dan hal itu sempat merusak kepercayaan dirinya.

Bahkan ketika dia baru bergabung dengan Arsenal, playmaker Belanda itu tidak benar-benar berhasil, Ia gagal mencetak gol dalam tujuh pertandingan pertamanya di Premier League. Hal ini menyebabkan beberapa orang menganggap perekrutan Berkgamp sebagai pemborosan uang.

Gol pertama Bergkamp untuk Arsenal hadir dalam kemenangan atas Southampton yang berakhir 4-2 pada bulan September 1995. Headline di media-media Inggris pun berbunyi “Ini adalah hari ketika orang-orang yang meragukan Dennis Bergkamp disingkirkan”.

Setelah momen tersebut sisanya adalah sejarah. Berkgamp dibuatkan patung di luar stadion Emirates, dan kini banyak yang menganggapnya sebagai salah satu rekrutan terpenting The Gunners di era kejayaan Arsene Wenger.

David De Gea

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas
Foto: Getty

Semua orang merasa ragu ketika Manchester United menjadikan David de Gea sebagai penerus Edwin van der Sar. Kritik juga mulai datang ketika melihat penampilan awalnya di lapangan, terutama kerentanan dalam menghalau umpan silang.

Eric Steele, mantan pelatih kiper Manchester United pun menyetujui bahwa De Gea masih kesulitan pada enam bulan pertamanya di klub. Namun Steele dan staff pelatih lain membuat program khusus untuk memperbaiki gaya hidup dan pola latihan De Gea agar mampu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Inggris.

Baca: Budaya Ultras di Italia yang Lekat Dengan Rasisme

Dengan cepat Ia membuktikan dirinya sebagai penjaga gawang terbaik di Premier League selama beberapa musim dan salah satu yang terbaik di Eropa. Meskipun sekarang performanya sedang dipertanyakan terkait blunder yang sering Ia lakukan, De Gea tetap menjadi mimpi buruk bagi para striker.

Thierry Henry

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas
Thierry Henry

Memiliki bakat yang menjanjikan semasa membela AS Monaco, membuat kehebatan mencetak golnya menarik perhatian Juventus. Sayangnya gaya bermain Si Nyonya Tua kurang mampu mengangkat potensi yang dimiliki Henry.

Kepindahannya ke Arsenal pun tidak langsung berjalan mulus. Beberapa bahkan mempertanyakan kebijakan Wenger dalam merekrut pemain sepak bola yang tidak benar-benar nyetel saat membela klub raksasa Italia.

Arsene Wenger juga merubah posisi bermain Henry menjadi penyerang tengah  dan setelah mengantongi gol pertamanya, pria asal Perancis itu pun berkembang pesat menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal setelah mencatatkan 228 gol dalam 376 pertandingan.

Henry sendiri juga mengakui setelah empat bulan yang sulit di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Ia harus benar-benar kembali ke sekolah dan diajari segala sesuatu tentang seni menyerang dalam sepakbola.

Casemiro

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas
Foto: Okezone

Real Madrid mengaktifkan klausul pembelian kembali (buy back) Casemiro dari FC Porto pada musim panas 2015. Namun, terlepas dari keputusan Rafael Benitez untuk memanggilnya kembali ke Madrid, tampaknya Ia sendiri tidak menginginkan Casemiro berada di tim. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu memproyeksikan Casemiro sebagai pemain pengganti.

Casemiro sempat memainkan peran kunci di awal musim atau lebih tepatnya pada minggu-minggu awal menjelang El Classico. Tetapi ketika pertandingan melawan Barcelona, Benitez memilih untuk tidak memainkannya. Real Madrid pun kalah dengan skor 4-0.

Statusnya sebagai starter reguler mulai hadir ketika Zinedine Zidane mengambil alih kursi kepelatihan di pertengahan musim. Zidane menjadikan Casemiro sebagai bagian penting dari timnya dan dia tetap menjadi pemain reguler untuk juara La Liga itu sampai hari ini.

Luka Modric

Pembelian Flop yang Berubah Jadi Pemain Berkelas
Foto: Sportskeeda

Penampilannya yang impresif untuk Timnas Kroasia di Euro 2012, terutama saat melawan Spanyol, meyakinkan Real Madrid untuk merekrut Luka Modric dari Tottenham Hotspurs dengan biaya transfer yang dilaporkan sebesar £ 30 juta.

Awal kariernya di Santiago Bernabeu benar-benar buruk. Bahkan Marca memilihnya sebagai pembelian terburuk tahun 2012. Sebuah hal yang mengejutkan apabila kita mengingat apa yang telah dicapai Modric saat ini dan peran penting yang dia mainkan bagi klub dan negaranya.

Pengaruh Modric di Real Madrid mulai terasa dan Ia juga membantu Los Blancos meraih empat trofi Liga Champions, dua gelar La Liga dan satu Copa del Rey. Sementara prestasinya selama musim panas 2018 membawa Kroasia mencapai final Piala Dunia.

Dia juga berhasil menutup tahun 2018 yang tak terlupakan dengan memenangkan penghargaan Ballon d’Or yang sangat didambakan oleh semua pesepakbola profesional.

Gambar Gravatar
Fino Alla Fine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *